T: Jika saya mengenakan masker untuk menghindari penyebaran COVID-19 dan virus lainnya, apakah saya masih perlu memakai tabir surya di seluruh wajah saya?
Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering saya terima dari pasien dan teman-teman saya. Jawabannya adalah ya, tabir surya masih sangat penting. Yayasan Kanker Kulit merekomendasikan penggunaan tabir surya spektrum luas setiap hari dengan SPF 30 atau lebih tinggi yang diaplikasikan setiap hari dan pilih SPF yang lebih tinggi seperti 50 jika Anda mengantisipasi paparan sinar matahari yang lama. Rekomendasi ini hanyalah salah satu komponen perilaku cerdas terhadap sinar matahari, termasuk mencari tempat teduh jika memungkinkan, mengenakan topi dan kacamata hitam, dan mengaplikasikannya kembali secara berkala jika Anda berada di luar ruangan untuk jangka waktu yang lama atau berolahraga di luar ruangan. Jadi ya, mengenakan masker wajah mungkin memberi Anda perlindungan tambahan, tetapi tidak menggantikan kebutuhan penggunaan tabir surya setiap hari.
Seberapa besar perlindungan yang diberikan masker wajah bergantung pada bahannya, dengan bahan sintetis yang menawarkan perlindungan lebih baik daripada kain alami. Hal ini juga bergantung pada warnanya, karena warna yang lebih gelap memberikan perlindungan yang lebih baik, dan seberapa rapat bahannya. Sebagian besar masker wajah terbuat dari bahan katun ringan dan mungkin memiliki SPF 7 atau lebih, yang sekitar setengah dari yang direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari. Beberapa perusahaan memasarkan masker yang diberi label memiliki perlindungan UPF 50, dan Anda dapat mencarinya secara daring.
Selain itu, saat Anda sesekali menurunkan masker, Anda perlu memastikan bahwa Anda menggunakan tabir surya di seluruh wajah untuk melindungi area yang terkadang tertutup — tetapi tidak selalu. Jadi, ingatlah, seperti biasa, gunakan tabir surya harian berspektrum luas setiap hari, bahkan saat mengenakan masker.
Tentang ahli:
Julie K. Karen, Dokter Spesialis, adalah seorang ahli bedah Mohs dan ahli dalam diagnosis dan perawatan kanker kulit di CompleteSkinMD di New York City. Ia juga merupakan asisten profesor klinis di Ronald O. Perelman Department of Dermatology di NYU Langone Medical Center.



